Support dan Resistance Klasik

Support dan Resistance Klasik

Konsep Level Support dan Resistance digunakan oleh para Trader untuk merujuk pada level harga pada chart teknikal yang menjadi semacam perhentian, yang mencegah suatu pair mata uang atau aset tertentu didorong ke arah tertentu.

Psikologi pasar memainkan peran utama karena Trader dan Investor mengingat masa lalu dimana menurut mereka pada kejadian sebelumnya tidak pernah melewati level tersebut dan bereaksi terhadap kondisi tersebut di masa sekarang dan melakukan antisipasi pergerakan pasar di masa depan.

Support terjadi ketika tren Bearish diperkirakan akan berhenti karena bermunculan banyak permintaan beli terhadap pair tersebut (demand).

Resistance terjadi ketika tren Bullish diperkirakan akan berhenti sementara, karena meningkatnya persediaan atau trader yang menawarkan pair tersebut (supply) lebih banyak daripada yang memintanya.

Bagaimana menggunakan Support dan Resistance

Sekali sebuah area atau zona Support atau Resistance diidentifikasi, level harga ini dapat berfungsi sebagai level harga yang dianggap potensial untuk masuk atau keluar dari sebuah posisi, karena saat harga mencapai level Support atau Resistance, ia akan cenderung melakukan satu dari dua hal ini:
  1. Memantul kembali dari level Support atau Resistance
  2. Menembus level Support atau Resistance tersebut, melanjutkan arah pergerakannya hingga mencapai level Support atau Resistance berikutnya.

Mengidentifikasi Support dan Resistance

Banyak cara mengidentifikasi area atau level dari Support dan Resistance.

Trader biasanya menggunakan Garis Horizontal untuk menghubungkan lebih dari satu level harga tertinggi (puncak) terdahulu yang gagal dilewati oleh harga terbaru untuk menjadikan level atau zona tersebut sebagai Resistance.

Begitu juga dengan level atau zona Support, dibuat dengan menghubungkan minimal 2 level harga terendah (lembah) terdahulu yang gagal ditembus ke bawah oleh harga terbaru.

identifikasi support dan resistance dengan garis horizontal


Selain menggunakan garis horizontal, Trader juga biasanya menggunakan trendline atau garis tren untuk menentukan area support atau resistance saat pasar sedang dalam kondisi trending.

identifikasi support dan resistance dengan trendline



Melakukan Penilaian terhadap Area Support dan Resistance

Kekuatan Area atau Level Support dan Resistance bisa dipertimbangkan dengan melihat beberapa aspek pendukung yaitu:
  1. Jumlah sentuhan; Semakin banyak sentuhan di area atau level itu yang kemudian menyebabkan harga kembali naik (saat menyentuh Support) atau harga kembali turun (saat menyentuh Resistance) berarti level tersebut adalah level Support atau Resistance yang kuat.
  2. Waktu; Zona atau Level Support dan Resistance ini dianggap sebagai Level yang kuat apabila level tersebut sudah diuji secara berkala selama periode waktu yang lama.

Pertimbangan Lain

Apabila suatu area Support kemudian akhirnya ditembus oleh harga terbaru, maka area Support ini menjadi area Resistance yang baru bagi pergerakan harga terbaru.

Apabila suatu area Resistance kemudian ditembus oleh harga terbaru, maka area Resistance ini akan disebut sebagai area Support yang baru bagi pergerakan harga terkini.

 

Tidak ada komentar untuk "Support dan Resistance Klasik"

Berlangganan via Email