Fibonacci Retracement

Fibonacci Retracement

Fibonacci Retracement merupakan salah satu alat analisa teknikal yang populer di kalangan trader teknikal.

Fibonacci Retracement didasarkan pada angka-angka kunci yang diidentifikasi oleh Matematikawan Leonardo Fibonacci pada abad ke-13.

Dalam analisa teknikal, Fibonacci Retracement dibuat dengan mengambil dan menghubungkan dua titik ekstrim (biasanya puncak dan lembah) pada grafik pergerakan harga, kemudian akan muncul garis horizontal yang dibuat berdasarkan Rasio Utama Fibonacci yaitu 23,6%; 38,2%; 50%; 61.8%; dan 100% yang mana garis ini berfungsi sebagai potensi level support dan resistance harga berdasarkan tarikan puncak dan lembah yang telah kita buat.

Kenapa harus Rasio Fibonacci & Fibonacci Retracement?

Dalam beberapa alat analisa teknikal yang menggunakan Fibonacci, Fibonacci Retracement adalah yang paling banyak digunakan.

Cara penggunaan Fibonacci Retracement yang relatif sederhana merupakan alasan utama kepopulerannya dibandingkan alat Fibonacci yang lainnya.

Untuk alasan yang tidak diketahui, rasio Fibonacci yang secara ajaib menggambarkan rasio-rasio di alam, tampaknya bekerja juga dalam pasar finansial.

Trader Teknikal menggunakan Rasio Fibonacci ini untuk menentukan titik atau level dimana harga akan cenderung berbalik arah.

Rasio dalam Fibonacci Retracement juga menunjukkan perbandingan suatu pergerakan WAVE sekarang dengan WAVE sebelumnya. Ia dapat digunakan untuk mengukur seberapa banyak/besar pergerakan Wave sekarang terhadap pergerakan Wave sebelumnya, yang berkaitan pula dengan Teori Elliott Wave tentang pergerakan Wave Korektif yang tidak boleh berbalik melebihi 100% pergerakan Wave Motifnya yang merupakan suatu syarat wajib penentuan jenis Wave dalam Teori Elliott Wave.


Informasi yang disampaikan Fibonacci Retracement

Seperti yang disebutkan di awal, Trader biasanya akan menggunakan level-level Rasio Fibonacci Retracement ini sebagai kemungkinan level support dan resistance yang kemudian dimanfaatkan sebagai level peletakan posisi Entry, level Stop Loss, hingga Target Profit.

Alasannya adalah karena Level Fibonacci Retracement adalah harga support dan resistance statis yang tidak berubah, tidak seperti alat analisa lain seperti Moving Average.

Sifat statis ini memungkinkan trader untuk melakukan identifikasi dengan cepat dan mudah, yang akhirnya membantu trader untuk mengantisipasi dan bereaksi dengan hati-hati ketika terjadi re-test (pengujian kembali setelah suatu level support/ resistance sebelumnya ditembus).

Level-level ini merupakan titik dimana beberapa jenis aksi harga diharapkan terjadi, baik itu pembalikan ataupun kelanjutan suatu pergerakan harga.

Misalnya seorang trader mungkin melihat pergerakan suatu pair mata uang bergerak menembuh harga tertinggi (resistance) sebelumnya, kemudian harga berbalik ke bawah hingga kembali ke level 61,8% dari Fibonacci Retracement, kemudian mulai naik lagi.

Trader bisa memutuskan untuk melakukan entry dengan posisi BUY dan meletakkan Stop Loss di level 61.8%, karena pembalikan di bawah level tersebut dapat mengindikasikan bahwa pergerakan naik harga dalam tren sebelumnya mengalami kegagalan.

Atau jika memperhatikan Teori Elliot Wave, maka trader bisa mengambil posisi BUY dan meletakkan Stop Loss di level 100%, dengan pertimbangan bahwa jika harga menembus level 100%, pergerakan naik yang terjadi sebelumnya sudah berakhir (baca Teori Elliot Wave).


Batasan dalam Penggunaan Level Fibonacci Retracement

Benar bahwa Level Fibonacci Retracement menunjukkan di level mana harga mungkin akan menemukan support atau resistance-nya, namun tidak ada jaminan bahwa harga akan benar-benar berhenti di level tersebut. 

Inilah mengapa signal konfirmasi lain sering digunakan untuk memastikan level support atau resistance tersebut, misalnya dengan adanya pola candle (Chart Pattern) tertentu, atau alat konfirmasi lainnya.

Tidak ada komentar untuk "Fibonacci Retracement"

Berlangganan via Email